Pertama!!
Yah..kedua!
Eh pertama gag ya!

Kalimat di atas sering kali kita temui di fasilitas komentar blog berbahasa Indonesia. Terkadang komentar nomer 1 - 10 isinya cuma membahas siapa yang pertama komentar. Hahaha..ini dia yang namanya junker! Ngejunk dimana-mana. Tapi jika kita benar-benar paham, sebenarnya kata “pertama” itu memiliki esensi yang cukup dalam loh.

Bayangkan anda memiliki blog dan beberapa pembaca tetap. Kemudian blog anda mulai menjadi bahan pembicaraan diantara blogger-blogger yang akhirnya menambah jumlah pembaca tetap blog anda. Mereka lalu menggunakan agregator, atau berlangganan RSS agar tetap up-to-date dengan isi blog anda. Lama-lama blog anda tidak lagi menjadi sekedar tempat blogwalking tetapi blog yang postingannya ditunggu-tunggu. Semangat menulis pun bertambah.

Ketika anda menulis artikel yang baru maka media yang pasti mengetahui hal tersebut adalah agregator ataupun langganan RSS tadi. Namun cara ini masih belum cepat dibandingkan dengan keberuntungan seseorang yang kebetulan sedang blogwalking di blog anda. Betapa tidak, beratus-ratus bahkan mungkin beribu orang yang menunggu postingan anda dan orang tersebut yang pertama kali membacanya pas setelah anda menekan tombol “Publish”.

Tapi disisi lain, tidak semua artikel blog itu menarik atau sesuai dengan ketertarikan kita :p. Inilah yang menyebabkan banyak komentar-komentar yang tidak relevan. Setidaknya komentator tersebut sudah menunjukkan bahwa dia sudah melihat (walaupun belum tentu membaca) dan ingin menghargai penulisnya. Mendingankan! Daripada melihat dan kemudian tidak memberikan respon apapun.

Beberapa komentar lain yang mungkin sering digunakan oleh junker antara lain:

  • TRET INI TIDAK MENARIK!â„¢
  • REPLY DONT READ!
  • DST…