Aku pelanggan Esia post-paid di Jakarta. Pada hari Kamis, 25 Mei 2006 aku berangkat ke Bandung bersama seorang temanku yang baik hati dan rupawan yang lebih dikenal dengan nama Nugi Nugraha. Setibanya di Bandung, otomatis nomer Esiaku tidak berfungsi. Maka dari itu aku membeli perdana Esia Bandung untuk sementara agar komunikasi, setidaknya dengan temanku, yang baik hati dan rupawan yang lebih dikenal dengan nama Nugi Nugraha, tadi tidak terhambat.

Setelah mengaktifkan perdana tersebut, pelayan toko setempat menganjurkan aku untuk meregistrasikan nomer itu agar bisa digunakan. Aku lalu menghubungi 4444 dan meregistrasikannya. CS Esia mencatat data-data yang aku berikan dan terakhir mengatakan untuk mematikan dan mencopot baterai HP saya selama 15 menit. Tanpa banyak tanya aku lakukan hal tersebut.

Setelah 15 menit, aku kembali menyalakan HP dan memang nomor tersebut sudah bisa digunakan untuk memanggil dan mengirim SMS. Namun aku tidak dapat menghubungi nomer untuk mengecek sisa talktime (*955) dan nomer untuk pengisian pulsa (*900). Aku pikir ini hanya sementara dan pada saat itu aku memang belum perlu melakukan pengecekan pulsa apalagi mengisi ulang.

Pada hari Jumat, 26 Mei 2006, aku kembali mencoba menghubungi nomer *955 untuk mengetahui sisa talktime yang ada namun selalu gagal. Yang terjadi adalah setelah ada nada tunggu sekali kemudian hubungan terputus. Selalu demikian. Aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Sampai pada hari Sabtu, 27 Mei 2006, pulsaku habis dan tidak bisa menghubungi nomer selain Esia. Aku lalu membeli voucher isi ulang senilai Rp 25.000. Setelah mencoba beberapa kali menghubungi *900 untuk melakukan pengisian ulang tidak pernah bisa. Aku lalu menghubungi CS Esia ke nomer 4444 dan mengadukan hal ini. CS yang bertugas saat itu hanya dapat mengatakan akan mencatat pengaduan tersebut. Beberapa jam kemudian aku kembali menghubungi CS dan ternyata orangnya berbeda. CS yang satu ini menganjurkan aku untuk mematikan handset selama 15 menit dan kemudian setelah 15 menit dinyalakan kembali lalu langsung menghubungi *955. Aku masih bingung, mengapa harus mematikan handset dan terkadang sampai mencopot baterai? Jadi ingat modus penipuan via HP dengan mematikan handset dalam selang waktu tertentu.

Tanpa banyak tanya, aku lakukan semua petunjuk CS tersebut. Namun hasilnya nihil. Aku tetap tidak bisa menghubungi *900 untuk melakukan pengisian ulang. Dalam keadaan gusar, aku kembali melihat keterangan yang ada dalam kartu perdananya. Ternyata selain dari nomer-nomer diatas kita bisa melakukan pengecekan dan pengisian ulang melalui sms ke 555. Aku pun mencoba melakukannya. Untuk mengecek sisa talktime keywordnya adalah TALKTIME. Respon yang kudapat hanyalah permintaan maaf karena aku belum terdaftar sebagai pelanggan prepaid ESIA. DEM! Aku coba memasukkan nomer PIN dari voucher yang kubeli tadi. Keyword untuk mengisi pulsa adalah TOPUP 16DigitPIN. Tidak ada respon. Aku semakin gusar karena saat itu aku memang harus menghubungi seorang temanku. Untungnya aku bisa bertemu dengan dia dan mengabaikan masalah pengisian pulsa tersebut. Aku bahkan memberikan nomer voucher yang tadi kepada temanku karena kebetulan dia menggunakan Esia. Aku pikir mending aku mengisi pulsa secara elektrik karena tidak perlu melakukan apa-apa. Tinggal kasih nomer, bayar, dan tunggu.

Dalam perjalanan pulang aku sempatkan membeli voucher Esia di toko yang aku lewati. Penjaga tokonya mengatakan paling lama 10 menit pasti langsung nyampe (pulsanya). Aku pun meninggalkan toko tersebut dengan santai. Setelah menunggu beberapa jam ternyata pulsaku belum juga terisi. Mana tempat belinya jauh lagi. DEM DEM! Lalu aku menerima telepon dari seseorang yang ternyata adalah penjaga toko tadi. Dia menginformasikan bahwa saldo pulsanya telah dipotong namun belum bisa sampai ke nomerku karena nomerku belum aktif. Aku mencoba untuk menukarkan voucher elektrik dengan yang fisik saja dengan mengirimkan PIN nya karena pada saat itu aku sudah bisa menghubungi nomer *900. DEM DEM DEM! Tapi dia keberatan karena saldonya sudah dipotong. Dia juga mengatakan bahwa sudah menghubungi CS Esia dan katanya nomerku belum terdaftar dan waktu yang tercepat untuk mengaktifkan kartuku adalah 24 jam. BANGSAATT! Aku benar-benar gusar. Buat apa pulsa untuk besok..aku pasti sudah kembali ke Jakarta. AKU JADI RUGI DUA KALI!

Penjaga toko itu lalu, menurut petunjuk CS yang dihubunginya, menganjurkan saya untuk mematikan handset selama 15 menit dan tidak kurang. Dengan setengah marah aku negosiasi dengan dia dan dia sepakat jika besok pulsanya belum masuk maka dia bersedia mengembalikan uangku melalui transfer. Begitu katanya.

Aku sudah melakukan apa yang dia suruh, mematikan handsetku selama 15 menit dan tidak kurang. Aku juga sudah mematikan handsetku selama nonton X-MEN 3. Tidak kurang dari 1,5 jam. Dan sampai saat ini, 28 Mei 2006 pukul 00:37, pulsaku belum bertambah. Demikian.