8 Alasan Tidak Nonton di 21 Cinema
Opini August 12th, 2007Sejak adanya bioskop selain 21 Cineplex di Indonesia, khususnya di Bandung dan Jakarta, pilihan menikmati film-film idaman semakin banyak. Dengan tagline “beyond movies“, bioskop tersebut memang menawarkan pengalaman yang lebih dari sekedar menonton.
Pada hari Sabtu kemaren, aku bersama dua orang teman nonton Bourne Ultimatum di 21 Cinema La Piazza, Kelapa Gading. Setelah menonton muncullah ide untuk tulisan ini. Tadinya aku ingin membuat 10 alasan tapi ternyata belum cukup jadinya hanya 8.
- Dilarang foto-foto.
Stupid securities! Sebenarnya peraturan ini tidak ada tertulis di bagian manapun di bioskop 21. Yang paling mengesalkan adalah tidak konsistennya para satpam tersebut dalam menegakkan peraturan ini. Buktinya HP yang berkamera asik-asik aja tuh foto sana foto sini, kenapa giliran yang make kamera beneran dilarang? - Tidak ada pilihan film Asia (selain Indonesia).
Film-film Asia sekarang banyak yang menarik untuk ditonton. Misalnya film Thai, Korea, Singapura, Malaysia, dll. Sayangnya 21 Cineplex sangat jarang sekali memberikan pilihan untuk film-film tersebut. Paling film lokal atau mandarin yang menembus Hollywood. - Bangkunya kurang intim.
Di bioskop sebelah, bangku untuk baris paling belakang sandaran tangannya (itu loh..biasanya ada tempat naro minumannya) bisa dinaikkan sehingga tidak ada pembatas antara bangku. Nuff said. - Tidak menyediakan tempat bagi pengguna kursi roda.
Hal ini bisa dilihat dari pintu masuk ke dalam studio yang menggunakan tangga. Sedangkan bioskop sebelah memiliki pintu masuk yang landai. - The Last Mimzy is coming soon?
Perasaan film ini sudah diputar bulan lalu di bioskop sebelah. - No lounge..studio baru biasanya ada tapi tidak semua.
21 Cinema di Djakarta Theater sepertinya ada lounge dan smoking lounge tapi tempatnya juga seadanya. Di bioskop 21 lainnya sepertinya belum semua ada fitur ini. - Ruang tunggu yang kurang nyaman.
Bangku yang disediakan untuk menunggu sampai film diputar sangat terbatas sehingga penonton harus berdiri atau melantai untuk menunggu. - Tidak masuk MURI.
Ini kurang penting sih sebenernya tapi cukup diperhitungkan.
Demikian pernyataan dari saya. Jika ada yang bisa menambahkan sila ditambahkan. Terima kasih.
August 13th, 2007 at 08:54
8. setiap acara nonton gratisan dari media, pasti dapetnya jam sepuluh pagi hari sabtu.
August 13th, 2007 at 11:13
bangkunya kurang intim?
jadi elu homok-homokan ama bangku kum?
hihihi… :D
August 13th, 2007 at 11:18
Tidak gratis.. tidak murah
August 13th, 2007 at 12:15
68. Banyak pemalsuan metadata film
August 14th, 2007 at 00:29
klo aLe cuma pnya 2 alasan :D
1. gak punya duit
2. kurang ngefans ama ‘nonton’ *mending ngenet :P
August 14th, 2007 at 22:38
mendingan beli cd nya nonton di rumah hemat kan
August 15th, 2007 at 23:33
kalo kata aku mah karena di Jatinangor nggak ada cineplex 21
August 27th, 2007 at 13:03
wah di batam cuma da 1 bioskop… 21 Cineplex… Sucks bgt
August 27th, 2007 at 23:09
ga boleh bawa makanan dari luar?
August 28th, 2007 at 16:59
@ferdhie
kalo itu sih semua tempat kayanya sama
August 31st, 2007 at 20:29
bkn cm satpam nya x yang rese’, tapi mba’2 yang ngejual tiketnya juga lebih rese’.. ga sopan banget de pokoknya..beda banget sama bioskop yang satu lagi..padahal jelas2 kalo masalah fasilitas n kualitas 21 atopun XXI masih kalah ma saingannya itu..
September 3rd, 2007 at 13:15
Gue setuju ama yg no.1.
Securitiesnya gak konsisten alias benar-benar basibanget.
–stmj
September 4th, 2007 at 08:48
9. Jauh. Harus menembus sekian kemacetan lalu lintas. :)
September 24th, 2007 at 13:48
Tambah satu Harganya Mahal….
eh ngomong2 Indonesia tuh gak masuk Asia yah ?
September 24th, 2007 at 14:54
ow twentiwan duasatu ya om?…
September 27th, 2007 at 00:19
agen blitz megaplex yaaa?
September 27th, 2007 at 17:02
Satpam Indonesia di mana-mana reseh dan sok jagoan. A bullet in teh head, baru ngerti kalau dia seharusnya tetap pada tempatnya.
Alasan satu lagi untuk tidak nonton di 21 bandung: Filem sekarang super burammmmm…. sampai pusing deh. Kok bisa begitu ya? Dulu gak begini. Apakah karena sekarang pakai sistem digital? Atau pakai bajakan? Black list aja 21. Kongolomerat lama yg busuk.
October 9th, 2007 at 23:53
makin basi aja neh gak apdet2 :D
*ngumpet* ^^v
October 29th, 2007 at 13:13
Nomor 9: Kurang inspirasional sehingga untuk membuat Daftar Sepuluh Hal aja nggak nyampe.
October 30th, 2007 at 10:28
waaaaa… akhirnya ketemu mas basibanget..!!!
eh, tapi di blitz kemaren full pota-poto tho mass…
hihi..
November 5th, 2007 at 12:10
aduh, kapan ya terakhir nonton di 21?
November 6th, 2007 at 16:56
9. Speaker sering mati sebelah atau mati sama sekali. Nggak hanya di 21, tapi XXI juga (waktu itu saya nonton di Gading XXI). Kadang subwoofer mati jadi tinggal treble aja walhasil kuping pengang (lagi nonton resident evil).
10. Suka potong2. Bok ya kalo nyensor rapih dikid dong, ini potongnya kasar dan lumayan panjang motongnya, saya jadi bingung ngikutin ceritanya.
11. Film dewasa tapi anak kecil, anak bayi, masuk semua. Bayangin adegan hot diselingin tangisan anak2.
Saya lebih prefer ke mangga 2 beli dvd bajakan. Bebas teriakan anak2, bisa pause kapan aja.
November 9th, 2007 at 02:14
bangkunya sempit banget… banyak selipan makanan :(
November 19th, 2007 at 11:46
sama kayak no 21, “terakhir kapan ya nonton di 21?”..
terakhir gw nonton di TGV bt liat the simpson, dmn saat yg sama nayangin film2 asia buanyaak banget (Korea, China, Taiwan)tp kesamaannya cm satu, pake text mandarin. Satu lagi bioskop dkt tempat tinggal gw, nayangin film indonesia, tp text-nya india. ah kpn2 gw mo ke 21 deh
December 3rd, 2007 at 10:20
oi oi basbang,..
postingla lagi!!
December 11th, 2007 at 02:39
Setuju, syukur alhamdulilah sekarang ada pilihan lain selain cineplex 21. Sialan tuh perusahaan, monopoli tapi kualitasnya gak bagus! Sialan.
December 12th, 2007 at 16:16
Gw tambahin!
1.Ga ada mas2 ganteng kaya di bioskop *tiiit*
2.Seragam pegawainya (baca: mbak2 di loket dan tukang robek tiket-nya) kurang asoy…
3.Tidak mendukung perfilman Indonesia!!! Secara gitu ya, pas ada film Indonesia berkualitas tapi kurang komersil such as The Photograph, 21 ini cuma masang film tersebut selama kurang dari 5 hari saja! *CMIIW* Tentu saja itu karena mereka emg cuma cari duit! Huh!!!
Btw, salam kenal yaaaaaww… ;) Like your blog!
December 20th, 2007 at 20:38
waduh dari sekian banyak koment masih bingung gw sebenernya bioskop yang satu lagi itu yang mana ya xixixixiix ~kabur
December 21st, 2007 at 18:44
Salam Kenal
Blogntya keren
ditunggu balasan kunjungannya
December 27th, 2007 at 16:42
baunya nggak nyaman
January 5th, 2008 at 16:39
yang paling bikin bete ruang tunggunya gak nyaman, sumpek kalo dah penuh orang.
January 12th, 2008 at 02:15
oi oi oi update oi oi oi ,..
January 15th, 2008 at 20:56
hehehe.. bioskop tetangga emang bagus jadi faktor pemaksa XXI untuk berbenah.. XXI Jangan cuma turunin harga dong, tapi manusiakan konsumen.. kalau ga kepepet banget gw ga nonton di XXI..
January 19th, 2008 at 22:00
numpang nanya… kenapa blogspot gak bisa kebuka yah mas..
March 25th, 2008 at 20:24
Jika Aqua menjadi lebih mapan dan besar di pasar setelah Ades berada di pasar, dan jika keberadaan Apple MacOS menjadi pacuan dari pada programmer dan designer Microsoft Windows, maka keberadaan BlitzMegaPlex akan menjadikan persaingan hiburan layar lebar menjadi sehat. Dengan adanya persaingan dari BlitzMegaPlex ini, saya telah melihat 21 Cineplex berbenah diri dengan membangun Studio XXI yang menurut saya jauh lebih hangat dan mewah dari pada BlitzMegaPlex.
Terima kasih saya untuk persaingan pasar bebas yang membuat perusahaan-perusahaan lebih memperbaiki dan meningkatkan diri dalam segi produk dan jasa. Hanya di pasar bebas, produk dan jasa yang benar benar baik akan bertahan, hidup dan sejahtera. Terima kasih persaingan, terima kasih pasar bebas, selamat tinggal monopoli.
http://wanhart.wordpress.com/2008/03/20/tidak-ada-hal-yang-baru-di-bawah-matahari-there-is-nothing-new-under-the-sun/
March 27th, 2008 at 21:54
-filmnya suka telat banget, terutama yang dari luar. bayangin aja gw beli DVD bajakan dari beberapa bulan yang lalu dengan gambar yang udah bersih banget,eh di 21 baru mau keluar, siapa yang mau nonton coba? mending beli bajakan…
-Bangkunya nggak Pw..
-Kenapa sih XXI harga snack nya selangit?, pengen cepet kaya ya?
April 4th, 2008 at 22:13
9. Jauh banget dari rumah….. :)
April 7th, 2008 at 14:10
Mendingan home theatre
June 13th, 2008 at 18:16
ah basibanget alasannya, and sekarang udah ga jaman…
buat gw, kalo emang ke 21 cuma buat nonton doank ga macem2, alasan diatas ga bakalan ada yg mikirin…
trus juga, sepemahaman gw soal bioskop tetangga, mereka menjadi bioskopnya menjadi nmr sekian yg penting hangoutnya..
nah kalo lo kebioskop tetangga sebelah cuma berdua apalagi sendiri, gw rasa kurang pas…
tapi kalo lo niatnya nonton rame2 walah runyam kalo milih 21…
dari orang yg pernah nyoba nonton di 3 bioskop tetangga di jakarta, and 21, XXI
yang blm cuma premier doank…