Home Olah Raga Cristian Lenglolo, legenda Sriwijaya FC, meninggal dunia.

Cristian Lenglolo, legenda Sriwijaya FC, meninggal dunia.

Rate this post

Ini adalah hari yang menyedihkan bagi sepak bola tanah air. Pemain legendaris Sriwijaya FC, Cristian Lenglolo telah meninggal dunia. Cristian Lenglolo, pemain legendaris Sriwijaya FC meninggal dunia.

Kabar duka dari dunia sepak bola datang pada Sabtu, 4 September 2021, ketika dikabarkan bahwa legenda Sriwijaya FC Cristian Lenglolo telah meninggal dunia.

Sayangnya, salah satu akun Instagram fanpage Sriwijayapedia menjadi yang pertama membocorkan berita tragedi ini.

“Semua yang datang dari-Nya akan kembali kepada-Nya seutuhnya. Christian Lenglolo telah berpulang di usia 76 tahun. Salah satu pemain dari skuat bersejarah tim Sriwijaya FC yang bermain di musim 2007/2008.

Semoga Almarhum Husnul Khatimah menerima amal ibadahnya, memperlebar kuburnya, dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk menanggung kehilangannya. Amin, dan terima kasih “Akun Sriwijayapedia ditulis oleh penulis tanpa nama.

Seperti diketahui, Cristian Lenglolo adalah salah satu pemain asing asal Kamreun yang saat bermain untuk Sriwijaya FC membantu tim menjadi juara Liga Indonesia 2018, sebuah prestasi yang telah tercatat dalam sejarah.

Pria setinggi 183 sentimeter yang bermain bersama Charis Yulianto, Isnan Ali, dan Keith Kayamba Gumbs ini berhasil mengukuhkan dirinya sebagai legenda Klub Sepak Bola Sriwijaya.

Mantan rekan setimnya Slamet Riyadi mengkonfirmasi berita itu kepada TMZ pada hari Selasa. Benar, saya mendapat kabar dari Isnan Ali, salah satu anggota grup legenda SFC, yang mengabarkan bahwa dia telah meninggal dunia,” kata Slamet dalam pesan Whatsapp yang dikirim pada Sabtu, 9 April.

Mantan pemain yang pernah meraih double winner dengan SFC pada tahun 2007 itu tidak sepenuhnya memahami keadaan seputar kematian Lenglolo, dan dia terkejut ketika mengetahui berita tragis itu. “Saya tidak yakin apa rasa sakitnya, tetapi informasi yang saya terima menunjukkan bahwa saya mengalami serangan jantung sore ini.”

Di dunia sepak bola Indonesia, pemain Kamerun itu digosipkan mengonsumsi garam dalam jumlah berlebihan selama karier bermainnya. Bahkan pemain kelahiran 28 Juli 1982 di Douala, Kamerun, itu meraih banyak prestasi untuk klub yang diwakilinya. Diantaranya adalah Persipura Jayapura, klub Indonesia yang pertama kali ia bantu perkuat pada 2005.

Di bawah bimbingan pelatih Rahmad Darmawan, Lenglolo berhasil meraih gelar Liga Indonesia bersama tim yang dikenal dengan nama Mutiara Hitam. Keberhasilan ini terulang kembali ketika ia memperkuat Sriwijaya FC dan berperan membantu klub kebanggaan rakyat Sumatera Selatan itu meraih dua gelar Piala Liga Indonesia dan satu gelar Copa Indonesia di musim yang sama.

Dengan kepindahannya ke klub Persema Malang setelah itu, karier Lenglolo, yang sebelumnya termasuk penampilan bersama Anoure Obiorah dan Keith Kayamba Gumbs, mulai meredup. Ia terakhir kali tampil untuk Persijap Jepara pada 2014 sebelum memutuskan gantung sepatu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Christian Lenglolo dimakamkan di Bogor pada malam berikutnya setelah dikabarkan meninggal secara wajar.

Masih belum jelas apa penyebab kematian individu yang juga membela penyebab kematian Persikota Tangerang itu. Desas-desus yang beredar bahwa Christian Lenglolo meninggal karena suatu penyakit, namun tidak jelas penyakit apa yang dideritanya.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Kami keluarga besar Persipura Jayapura turut berduka cita atas meninggalnya Christian Lenglolo, mantan pemain Persipura yang merupakan salah satu keluarga besar kami.”

“Terima kasih atas dedikasimu, semoga Allah SWT menambah ukuran kuburanmu dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang kamu tinggalkan,” tulis klub Liga 1 itu di bagian keterangan unggahan.

Salah satu mantan rekan setimnya, Marwal Iskandar, menjelaskan, sesaat sebelum kematiannya, diketahui bahwa Lenglolo adalah yang pertama bermain sepak bola. Bahkan pagi sebelum meninggal, ia menyempatkan diri berbincang dengan satpam yang menjaga gedung tempat tinggalnya.

“Ya, saya juga kaget saat mendengar kabar itu. Saya masih bingung kenapa dia meninggal. Padahal yang saya tahu dia meninggal di RS Cibinong” Marwal Iskandar mengungkapkan hal yang sama.
Selain itu, Nur Rokhim (67) terus memberdayakan warga melalui Usaha Rumahan Shuttlecock-nya meski di tengah Pandemi. BACA SELENGKAPNYA:

Selama di Sriwijaya FC dan Persipura, Marwal mengungkapkan kepada Lenglolo bahwa mereka pernah bermain bersama. Bahkan saat bertandang ke Persipura untuk bermain, keduanya mampu membawa tim ini meraih kemenangan.

“Sebagai pemain, dia tidak kekurangan luar biasa. Dia juga pemain yang ramah dan ramah. Begitulah karakternya muncul ketika dia di atas panggung, dan dia adalah orang yang sangat baik dalam kehidupan nyata. Selain itu, dia adalah orang yang luar biasa. predator saat dipasangkan dengan Erick Mabenga” ungkap Marwal sendiri.
JUGA: Kapolda Jateng: Penutupan Jalan Bukan Sarana Olahraga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here